Kamus Kosakata Bahasa Lampung

INFOBDL.NET -  Kamus Kosakata Bahasa Lampung. Anda tertarik untuk belajar bahasa Lampung? Rumpun bahasa Lampung dalam bahasa Melayu-Polinesia yang sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : Bahasa Komering, bahasa lampung Api, dan Bahasa Lampung NYO. akan tetapi masyarakat Lampung sendiri mereka membagi bahasa lampung hanya dalam dua subdialek, yaitu dialek Belalau atau dialek Api, dan dialek Abung atau Nyo.

Kamus Bahasa Lampung


Nah bagi anda yang ingin belajar bahasa lampung kini sudah tidak terlalu sulit, perkembangan teknologi sudah memudahkan semua hal. termasuk belajar bahasa lampung.

1. Kamus Bahasa Lampung untuk PC / laptop


nah bagi anda yang ingin belajar bahasa lampung, kini sudah ada kamus bahasa lampung digital yang dapat anda instal di PC atau laptop kesayangan. salah satunya adalah hasil karya dari Surya Kubiwa yang mengembangkan kamus bahasa lampung untuk PC ataupun Laptop. jika anda tertarik, anda dapat mendowloadnya DISINI

2. Kamus Bahasa Lampung untuk Smartphone


yang satu ini lebih canggih dan menarik, karena kamus bahasa lampung yang satu ini berbentuk program (apk) yang dapat anda install di smartphone kesayangan anda yang memiliki OS Android, fitur-fiturnya pun terbilang lengkap. jika anda tertarik anda dapat mendownloadnya langsung di Google Play.

Kamus Kosakata Bahasa Lampung


Berikut ini adalah beberapa kosakata bahasa Lampung yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. semoga bermanfaat bagi anda.

[su_accordion]
[su_spoiler title="Huruf A" style="fancy"]
Abak : besar, dedengkot
Abang : panggilan untuk saudara laki-laki yang lebih tua dari kita

Abik : kain panjang untuk menggendong
Acak : mengapa
Acangacang : burung merpati
Acingacing : benda kecil yang menyembul keluar, seperti jarum, duri, lidi, dll

Acung : tendang
Adoq : 1.julukan, 2.alias
Aduy : aduh, kata yang terucap ketika merasakan sakit
Agas : nyamuk
Ajang : perlengkapan makan
Ajo : ini
Ajoman : pujaan, idaman

Akan : ayah, panggilan penghormatan terhadap(Dalom) kepala adat saibatin

Akan-akan : cempedak
Akuk : ambil
Akkuk : pencabut bulu(pinset)

Akkuk-akkuk : sejenis lebah/serangga rumah, yang sarangnya terbuat dari tanah

Akkos : kain untuk ikat pinggang
Akhi : tiang
Alam : jagad
Alam wawwah : jagad raya
Alim : 1.orang baik-baik, 2.orang berilmu
Alu : biawak
Ambin : singkir, tersingkir
Ambuk : cabut

Anak : 1.anak kandung, 2.suku
contoh : anak tumi=suku tumi

Anak nakan/nakan : keponakan
Anak mattu/mattu : menantu
Anak mayaw : jari manis
Ano : itu, menunjuk sesuatu yang masih dalam jangkauan

Anom/manom/manam : senja
contoh : 1.dang anom ga=jangan terlalu senja
2.khadu manom=sudah senja

Apay/sulan : tikar
Appay : baru, Appay sappay : baru sampai
Api : apa
Apung : pelampung jaring
Apuy : api

Appin : kain pelapis tangan untuk mengangkat benda panas, atau untuk mengangkat sesuatu yang menjijikkan

Appun : ampun

Asa : memberi kepercayaan, mempercayakan suatu tanggung jawab

Asa-asa : melakukan sesuatu di luar tujuan semula
contoh : asa mandi bang misol=katanya pergi mandi, ternyata menangkap ikan

Asah : mengasah
Asahan : batu asahan

Asakh : 1.waktu sholat asyar, 2.mencuci dengan tanah, abu, pasir, sikat untuk benda yang terlalu kotor, seperti alat dapur atau benda yang sangat berdebu

Asing : 1.sembarang, 2.seperti apa pun/bagai mana pun
contoh : 1.asing ya ni= yang mana saja
2.asing jawoh ni=sejauh apa pun

Asingasing : sembarangan
Asom : buah, pohon asam
Asuq : sebutan untuk tempat yang susah di jangkau
Atakh : kawasan
Atukh/atokh : atur
Atung : kayu/bambu tempat meletakkan lantai bangunan panggung

Attak : antar, Attak ko : antarkan
Awang : masa, zaman

Awi/Kawokh : bambu
contoh : kawokh gading=bambu kuning

Ayuk : kata sifat yang berarti kebiasaan
contoh : 1.ayuk ni=biasanya
2.goh ayuk ni=seperti biasanya

Ayun : ayunan
[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf B" style="fancy"]
Ba-al : payau(rasa)
Baban : bawaan

Babah : bincang, obrolan
contoh : 1.bubabah=bincang-bincang/bercakap-cakap
2.balaq babah=besar omong

Babang : asuh
contoh : 1.ngababang=mengasuh
2.babangan=momongan

Babbay : perempuan
Babitting : ikat pinggang
Babukha : bumbu dapur
Babuy : babi

Bacak : kata yang berarti menegaskan pilihan
contoh : 1.api bacak/hippa bacak=pilih mana
2.bacak mengngan api bacak buwak=pilih makan atau kue

Bacakh : 1.layak, 2.cengger ayam
Baccong/Nihan : sangat, lebih
Badan : tubuh
Badik : senjata tajam dari jenis pisau
Bagokh : mati rasa
Bagellog : telanjang
Baha : sisir pisang, Sanga baha : satu sisir pisang
Bahikhang : kumbang (batang kelapa)

Bajang : 1.buah kelapa yang masih sebesar telur ayam
2.sebutan untuk orang yang masih muda/anak-anak

Bajaw : bajak laut
Bak : ayah
Bakas : pria
Bakkay : jasad
Bakkang : kosong melompong
Bakhak/Banjekh : banjir
Bakhallay : bangle

Bakhih : lain
contoh : say bakhih=yang lain

Bakhilang : 1.belerang, 2.korek api
Bakhu : waru
Bakhuga : ayam hutan

Bala : balak
contoh : nyeppok bala=cari penyakit

Balajakh : belajar
Balang : belalang

Balaq : besar
keterangan : kata balaq menggunakan huruf q bukan k, hal ini untuk memperjelas perbedaan dalam mengucapkan kata balaq dan lunik

Balay : lumbung padi
Balekh : aqil baligh
Balik : terbalik
Baliq : kembali

Baling : di balik
contoh : baling khangok=di balik pintu

Baluk/Kiduk : sembab(mata)
Balukh : ikan teri(atau yang seukuran) yang dikeringkan
Balun : kain kafan(baju) orang mati

Bambang : kata dasar dari kabur(dibawa atau membawa)
contoh : 1.bambangan=seseorang yang diperdaya oleh Jin/makhluk halus, hingga seakan-akan menghilang
2.sebambangan=pergi meninggalkan rumah secara diam-diam atas keinginan bersama antara dua orang, pria dan wanita, dengan tujuan untuk menikah (dalam banyak kejadian sebambangan, biasanya sang Gadis meninggalkan sepucuk surat yang diletakkan tidak jauh dari tempat tidur Sigadis seperti di bawah bantal dan sebagainya, yang menerangkan dengan siapa dia pergi serta kemana dia pergi, dan tidak jarang Sigadis pergi sebambangan mengajak sahabatnya ikut serta, secara otomatis, ada pihak lain yang mengetahui kalau ada anak gadis yang pergi sebambangan dilingkungan mereka, hal ini dikarenakan sang sahabat Sigadis yang sebambangan tadi berpamitan kepada orang tuanya bahwa ia ikut serta menemani karibnya pergi sebambangan)

Bani : berani

Banjakh : berdampingan/bersebelahan
contoh : 1.Kabanjakhan=tetangga, 2.Banjakh sapa?=berdampingan/bersebelahan dengan siapa?

Basa : tutur, bahasa

Basuh : cuci, membersihkan(sesuatu) dengan air
- basuh culuk : cuci tangan
- basuhan : piring kotor dsb
- babasuhan : mencuci piring
- pambasuhan : tempat mencucu tangan pada saat makan(menggunakan mangkuk dll)

Batang : pokok/batang pohon
Batang galah : anak ke dua
Batangakhi : sungai
Battah : perang mulut
Battal : bantal

Batuy : ratap, menangisi orang mati
contoh : 1.ngabatuy=meratapi
2.bubatuy=tradisi meratapi orang mati, bisa berlangsung berjam-jam, secara bergantian, sekarang dilarang/ditiadakan, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam

Bayu : basi
Bayuk : bakul tempat nasi
Bawak : kulit
Bawak kicak : kulit ari
Bebbekh : bibir
Bejji : jengkel
Bekhkhak : lebar, luas
Bekhkhay : gerimis

Belasa : buah nangka, batang nangka
contoh : 1.belasa=nangka yang sudah tua/masak
2.kemunduk=nangka muda(biasa untuk sayur)

Bekkas : melesat(anak panah/peluru) dsb
Belanga : panci
Bella : habis

Bettik : baik, bagus
contoh : kaway bettik=baju bagus/baru

Bettoh : lapar
Bettong : kenyang
Bettus : meletus
Biding : tepi
Biduk : cobek, tempat menggiling bumbu dapur/sambal
Bihom : pipi
Bimbing : mengenang orang yang jauh
Binasa : aniaya, mendapat celaka/kecelakaan
Bittokh : betis
Biyas : beras
Bolok : 1.keruh(air), 2.banyak pikiran, pusing, kalut
Botekh : kutil

Bu : adalah awalan yang mengandung unsur kata kerja, baik sedang berlangsung atau dikerjakan dalam kurun waktu tertentu.

contoh: 1.budandan=berdandan, 2.bukhikkos=berbenah(kedua contoh ini merupakan kajadian/pekerjaan yang "sedang" berlangsung)

contoh lain: budakhak=berladang(umumnya padi), ini adalah contoh pekerjaan yang berlangsung berdasarkan periode/siklus, dimana peladang sebagai subyek dianggap bekerja dalam satu siklus tanam(dari pengolahan lahan sampai panen) meskipun diselingi istirahat beberapa hari/waktu.

Budak : babu
Budakh : bangkai

Budi : kata sifat yang menegaskan kelicikan seseorang
contoh : 1.babudiyan=berpura-pura
2.sabudi=ingkar janji

Budik : bohong
Bugaggan : bergegas
Buha : buaya
Buhingga : bersiap-siap
Buhung : dusta, omong kosong
Bukkang : kembung(perut)
Bukha : ramuan, racikan(pelet)
Bukhadu : berakhir
Bukhak : 1.jelek(rupa), 2.lapuk, usang

Bukhih : lulur
contoh : babukhih=berlulur, biasanya menggunakan kunyit yang digerus halus

Bukhung : 1.burung, 2.borong
contoh : ngabukhung=memborong

Bulakh : rabun
Bulamban : berumah tangga
Bulup : balut, Ngabulup : membalut
Bulung : daun
Buttak : pendek

Buwah : 1.pinang, 2.buah-buahan
contoh : 1.cakak buwah=panjat pinang
2.ngabuwah=berbuah

Buwak : kue
Buwok : rambut
Buway : garis keturunan
Buya : capek
Buyung : bayi laki-laki yang belum punya nama

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf C" style="fancy"]
Cabi : cabai
Cabuk : tercabut
Caccah : kera putih/simpai
Caccan/cating/pegung : pegang
Caccap : cacah
Cacikhik : jangkrik
Cadang : rusak
Cakak : 1.naik, 2.panjat
Cakkekh : 1.cangkir, 2.buah kelapa yang belum ada dagingnya

Calaq : gagah(pria)

Caluk : kaki hewan ternak yang diasap, biasanya disimpan dalam waktu yang lama

Calupaq : dudukan lampu minyak

Cambay : sirih
Cattik : comot, nyattik : mencomot, mengutil
Cawa : bicara
Cawa khuta : bicara jorok/porno
Cawa cutik : bicara sedikit/komentar singkat
Cikak : bacok
Cikan : hampir, nyaris
Cikhik : ceret
Cikhik galing : masyarakat bawah/masyarakat kebanyakan/rakyat jelata

Cobol : colok
Conggok : angguk, mengangguk
Cubik : cangkir
Cukik : usil
Cukud : kaki

Cukud calung : sebutan untuk anak yang selalu bepergian/pergi bermain

Cukhaq : sotong(sejenis cumi-cumi)
Cumik : cumi-cumi
Cumbung : mangkuk
Cungak : menengadah, melihat keatas
Cuping : telinga

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf D" style="fancy"]
Dabingi : malam
Dacok/dapok : bisa
Dalih : sambil
Dakhuyyan : durian
Dalom : pangkat, kedudukan, yang disandang kepala adat sebatin
Damakh : getah, batang damar
Dang : jangan
Dapukh/dapokh : dapur
Dawah : siang(waktu sepanjang siang)

Demmon : suka, menyukai, cinta
contoh : sakademmonan=saling menyukai, saling mencintai

Di : 1.sebagai "awalan kata" yang mengandung pertanyaan, contoh: 1a.dikanik=kamu makan? 1b.dipakay=kamu pakai?

2.Di sebagai kata yang berarti kepunyaan, contoh: diq-ku/din-nyak=punyaku/punya saya

Dibbi : sore
Digok : geleng, menggeleng
Dilan : terasi
Dipa : mana
Doh : hilir, meddoh : ke hilir
Duppit : dompet
Duppul : dempul

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf G" style="fancy"]
Gagelling : pangkal paha
Galah : leher
Galing : keriting
Galud : berisik
Gambekh : gambir
Ganding : genit

Gawoh : 1.melulu, 2.saja
contoh : 1.way gawaoh=berair, banyak air, air melulu
2.wad-wad gawoh=ada-ada saja
Penjelasan : dalam bahasa Lampung pesisir pada umumnya, untuk kata yang berarti saja, lebih sering(umum) memakai kata khayya/khiya bukan gawoh.

contoh : 1.way khayya=air saja
2.say khayya=satu saja
3.lapah khayya=berjalan saja
meskipun demikian, seandainya tetap ingin menggunakan kata gawoh, itupun tidak disalahkan

Geddang : pepaya
Gellakh : nama
Gellekh/gekhil : sisi, samping
Gellok : toples
Gellong : cacing
Gelluk : segera, buruan, cepat
Gemmul : beruang
Gigi : gusi
Giguk : lutung
Giluh : goyang(gigi) dll
Gimbol : 1.gimbal, 2.berbuah sangat lebat, 3.sedang banyak pekerjaan

Gindang : gendang
Gitoh : getah
Gudu : botol
Gundang : ekor
Guway : berbuat, perbuatan

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf H" style="fancy"]
Haba : luapan kekecewaan karena ditinggal pergi(tidak diajak) atau karena gagal mendapatkan sesuatu, yang tidak jarang disertai dengan tangisan

Haban : penyakit, Bahaban : sakit parah

Habang : melayang, terbang(dianalogikan dengan terbang atau punya sayap)
contoh : habang do niku=pergi(terbang) lah kamu

Habu : rehat, istirahat
Habul : samar

Haccak : dimaksudkan
contoh : haccak ji haga mulang=berencana pulang

Haccing : pesing
Haccukh/haccokh : hancur
Haga : 1.ingin, hendak, 2.cinta
Haguk : arah

Hakal : akal, nalar, kecerdasan, berpikir dewasa
contoh : mak buhakal=1.tidak berakal, 2.ediot

Hakha : buah, batang ara

Hakhak : 1.galak, pemarah(wanita), 2.ampuh
contoh : dukun hakhak=dukun ampuh/sakti

Hakham : haram
Hakhuk : yatim

Hakhus : deras(air, gelombang)
contoh : way ni hakhus=sungainya deras

Haku : kataku, maksudku

Halu : temu, menemukan
contoh : 1.ngahalu=menemukan
2.kahaluwan=ditemukan

Halupan : lipan, kelabang
Hama : kutu pada ayam yang sedang mengerami telurnya, dll

Hamu : katamu, maksudmu
Hambokh : terbang
Hambiyang : ikan senangi
Hanaw : enau
Handap/handop : hangat

Hani : katanya(orang ke dua tunggal)
contoh : hani si A=kata si A

Hani tiyan : kata mereka
Hanipi : mimpi, Ngahanipi : bermimpi
Hanja : gertak
Hanjak : gembira, Kehanjaan : luapan kegembiraan
Hantipa : labi-labi
Hantimun : timun suri
Hapa : hampa, kosong tanpa isi
Hapus : bambu apus
Happokh : sarapan

Happong : pelampung untuk berenang, bisa dari kelapa kering, bambu, batang pisang, ban, dll

Hasin : asin, Mahasin : 1.rasa asin, 2.sebutan untuk orang yang mempunyai kemampuan tertentu

Hasok : asap
Hasud : fitnah, Ngahasud : memfitnah
Hattak : batas, perbatasan
Hattu : hantu
Hattuk : bentur, Tahattuk : terbentur/kepentok
Haying : gelisah
Hayu : pagi
Hayum : bayam
Hejjak : hardik
Hellaw : baik, bagus
Hellu : kayu penumbuk(anak) lesung

Henni : pasir
contoh = Bakau Henni (pelabuhan)

Hibus : daun muda/janur Kelapa, Enau dsb
Hihuk : kabut
Hingokh : gaduh
Hinjang : sarung
Hinjik : menjejak/menekan dengan keras
Hippun : berkumpul untuk membahas sesuatu
Hisok : serap (benda cair)
Hisop : hisap
Hiting : peluh, keringat
Holokh/hokhol : ulat
Hotok : otak
Hotong : batu dudukan tiang rumah
Hukhang : udang
Hulu : kepala
Humbak : ombak
Huwi : rotan

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf I" style="fancy"]
Icak-icak : berpura-pura
Iccut : pincang(kaki)
Ikat-ikat : ikat kepala pria
Ikok : ikat, Ngikok : mengikat
Ikhung : hidung
Imbun : embun
Ina : induk, ibu
Indik : ikan lele putih
Induh : entah
Ingok/ngingok : ingat

Inggok/enggok : jawaban ketika tidak mau
contoh : mak dinggok=tidak mau

Ingu : ingus
Injing : jinjit, Injing-injing : berjinjit
Injuk : seperti
Ipon : gigi
Ipos : kecoak
Ipus : seka, menyeka, mengelap(ingus/darah/air mata)
Iya : dia

Iyoh : urine/air kencing
- miyoh : pipis/buang air kecil
- miyoh di-apay/miyoh dapay : ngompol
- ngapapiyoh : memeras cucian(pakaian, selimut dll)

Iyos : segar
Iyu : ya
Iyuk : alat bantu peniup api yang terbuat dari bambu

Iwa : ikan
penjelasan : tidak termasuk daging hewan ternak

Iwa way : ikan air tawar(bukan iwa tawakh)
Iwa lawok : ikan laut

Iwa-iwa : serangga pemakan kertas/kutu buku
Iwak : angkat

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf J" style="fancy"]
Jaguk : 1.jagoan, 2.ayam jantan
Jahik : jahe
Jajjakh : jajar, berjajar
Jak/anjak : dari
Jakkakh : jangkar
Jakhi : jari
Jakhu : orang yang mempelopori, yang memimpin, ketua
Jakhu jana : biang kerok

Jalang : 1.liar, 2.bertandang
contoh : ngejalang=datang ke tempat orang yang sedang hajatan/pesta adat

Jama : dengan, Jajama/Pujajama : bersama-sama
Jamma : orang
Jambat : jembatan
Jan : tangga, Mata ni jan : anak tangga
Jangguk : jenggot
Jattut : ketus
Jattung : jantung
Jawoh : jauh
Jekhih : miskin, kere
Jekhing : jengkol
Jellaq : turun dari gendongan/pangkuan(balita)
Jimok : lincah, cekatan dalam memanjat pohon
Jimmoh : besok(setelah hari ini)
Jimmoh saway : besok lusa

Juga : acap kali, berulang, berkesinambungan
contoh : labung juga=hujan terus

Jujjul : jolok, menjolok
Juk : beri
Jukuk : rumput
Jukung/Jung : perahu
Jungguk : bangau

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf K" style="fancy"]
Kaci/kuyuk : anjing
Kacandat : tertangkap tangan, tertangkap basah
Kaccah : penggorengan, wajan
Kahaga : 1.keinginan, 2.kekasih

Kajjong : 1.suami/istri, 2.kakek/nenek
penjelasan kata kajjong sebagai kakek/nenek :
1.panggilan cucu perempuan terhadap kakek, atau sebaliknya
2.panggilan cucu laki-laki terhadap nenek, atau sebaliknya

Kakak : panggilan kepada saudara perempuan yang lebih tua dari kita

Kakap : 1.ikan kakap, 2.perkosa
- ngakap : memperkosa
- pengakap : tukang perkosa

Kakebbang : kalong
Kakhajja : bekerja
Kakhay : jantan
Kakhita : 1.gurita, 2.kereta api
Kakhussi : kursi
Kakkah : dangkal
Kakkay : membersihkan/membuang sisik dan usus ikan
Kalang : ikan lele
Kalawayan : tidak berdaya, impoten
Kaliccik : jari kelingking
Kalimak/ngalimak : mengharapkan pengertian orang lain
Kalippu : jempol
Kaliyang : daun kering

Kambas : sejenis pare(tumbuh secara alami) yang dimakan daunnya

Kamaman : jenis hubungan persaudaraan, antara kita dengan saudara laki-laki orang tua (kamaman bukan panggilan)

Kaminan : janis hubungan persaudaraan, antara kita dengan saudara perempuan orang tua (kaminan bukan panggilan)

Kamiccak : katak/kodok
Kamukhak : biji buah durian, nangka dll
Kamutik : bakal buah(pentil)
Kanibung : ikan marlyn(sejenis ikan layar)
Kappah : hubungan persaudaraan antar perempuan

Kapakh : potongan-potongan kayu yang terbawa oleh air banjir, dikumpulkan untuk kayu bakar

Kas : 1.lepas, contoh : kas ko=lepaskan
2.bekas, contoh : kas ni api=bekas apa

Kasukh/kasokh : kasur
Katila : ubi jalar/mantang
Katupung : peci/songkok
Kebbad : kain panjang(pakaian wanita)
Kebbaw : kerbau
Kebbok : tutup
Kebbol : kebal
Keccil : peras, Ngeccil : memeras santan dll
Keddok : deras(hujan)
Kejjung : panjang
Kekhkhoh : gigit

Kellakh : cepat, gesit(untuk sesuatu yang bergerak), termasuk kendaraan

Kellam/kellom : gelap
Kenni : 1.beri, 2.izin
Keppah : kerang(sebesar kuku tangan)air tawar
Kibol : buah enau
Kicak : cecak
Kicap : kecap
Kicop : kedip, Makicop : berkedip
Kiccong : 1.kuat(ikatan tali) 2.cepat(perputaran, lari)
Kijul : biji buah duku
Kikim/Hubi : singkong
Killang : kadal
Kipit : ringsek
Kitik : bebek
Kitik assa : angsa
Kitik khanday : belibis
Kitik sekhati : entok
Kolok : lipat
Koloq : kolak
Kombok : singa
Konnyekh : kunyit
Kubak : lecet
Kucay : sejenis bawang berdaun kecil (lalapan)
Kucci : kunci
Kukuk : gempa
Kukkuk : bubur
Kulak : jamur
Kulam : kolam
Kulik : kupas
Kumbang : bunga
kumbut : kain penutup kepala wanita
Kupi : kopi
Kuttay : tenteng, Nguttay : menenteng
Kuwaw : jaling
Kuwol : keong sawah(sejenis keong emas)

Kh : R mati, dibaca ekh
keterangan : 1.kha dalam aksara Lampung
2.kho dalam bahasa Arab

penjelasan ke 1 : KHA dalam aksara Lampung lama kini sudah dihilangkan, aksara tersebut sudah berubah menjadi RA, sedangkan aksara GHA tidak bisa menggantikan aksara KHA, sangat disayangkan keputusan membakukan AKSARA LAMPUNG diambil tanpa melakukan pengkajian mendalam, kalaupun mau menambah huruf/aksara baru seharusnya aksara yang sudah ada tidak dihilangkan, minimal dicarikan aksara pengganti.

penjelasan ke 2 : bagi yang pernah belajar mengaji dan membaca Al qur an, pasti bisa mengucapkan kata kho atau kha

Khabay : takut
Khagah : pria dewasa
Khaggoh : turun
Khajuh : sangat berombak, gelombang pasang
Khajjo : begini
Khakkos : sangat rapat, nyaris tanpa selah
Khakhanggaw : jari tengah
Khalis : lurus
Khamu : ramuan, racikan(ilmu hitam)
Khani : hari
Khang : tempat
Khang laya : badan jalan
Khangok : pintu
Khanggang : renggang

Khanggom : senang akan, gembira akan, suka akan
contoh : 1.Khanggom muwakhi=gembira mendapatkan saudara(baru), seperti ipar atau menantu
2.Khanggom mufakat=suka bermusyawarah, dll
PENJELASAN : selama ini tertulis RAGOM ???

Khapot : rapat(jarak)
Khappa : bagaimana
Khawang : 1.berserakan, 2.banjir
Khawong : lubang, lorong
Khayang : kurus
Khayoh : periuk
Khayya : 1.saja, 2.oya
Khayya-khayya : masih seperti semula
Khayya kinjuk : yaitu, seperti
Khayya kodo : begitukah, benarkah
khebbah : rendah
Khebbu : 1.hari rabu, 2.berbuah lebat
kheddik : dekat
Kheddok : erat

Khellom : dalam(sungai dll), Ngakhellom=semakin parah(penyakit)

Khelloq : tenggelam
Kheppong : kebun buah-buahan
Kheppuk : runtuh(lantai, jembatan, dll)
Khobok : keruh(air)

Khidik : 1.rasa menyengat(gatal dan getir) pada buah terong
2.suara genit, menggoda dari seorang wanita

Khila : rela, ikhlas
Khinok : jinak
Khisok : 1.sering, 2.rapat
contoh : suwal khisok=sisir kutu

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf L" style="fancy"]
Labung : hujan
Labung keddok : hujan deras
Laccaw : ikan gabus

Lagi : 1.masih, sedang, 2.segera
contoh : 1.lagi wad kodo=masih adakah
2.lagi mandi=sedang mandi
3.mandi lagi=segeralah/buruan mandi

Laggu : lagu, irama

Lakun : perbuatan yang cenderung buruk(negatif)
contoh : ngalalakun=bertingkah, berulah, iseng

Lalang : tertawa
Lalang waya : bersukaria
Lalangga : sejenis tupai, bulunya berwarna kuning cerah
Lalla-an : tidak cekatan, blo on, begok
Lalak : pedas
Lalakh/lalokh/hakhal : lalat
Lalawah : laba-laba
Lamban : rumah
Lamon/Nayah : banyak
Lamawong : harimau
Lamisong : kaki seribu
Langok : kering, surut
Lapah : 1.berjalan, 2.mari
Lawas : lengkuas
Lawok : laut
Lebbon : hilang
Leggoh : lambat
Leggu : tikus besar
Lemmong : lemang(makanan)
Leppah : lelah
Leppang : mentimun/timun
Leppot : lepat(makanan terbuat dari ketan)
Liggoh : semut rang-rang
Lihay : lidi, lihay kemasi : lidi ijuk batang enau yang berwarna hitam

Lima : angka lima
Liman : gajah
Limau : jeruk
Lindu : kembar
Lindung : belut
Liyang : lubang pada dinding
Liyom : malu
Liyoh : ilalang
Liyud/Liyokh : licin
Lohod : pesan
Lohokh/Luhokh/Luhukh : waktu sholat dzuhur
Luh : air mata
Lukuk : rumput laut
Lukup/Lekkak : terkelupas
Luy : air liur
Luwah : keluar
Luwod : lagi, tambah

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf M" style="fancy"]
Mahani : saudara laki-laki
Mahap : ma af
Main : memainkan permainan

Mak : 1.emak/ibu, 2.tak/tidak
contoh : 1.mak ku=ibu saya
2.mak dapok=tidak bisa

Makay : memakai, menggunakan
Maku-an : sering dipetik(sayur mayur)
Makkuk : diam(tidak banyak ulah/gerak)
Makkung : belum

Makhanay : perjaka, bujangan
contoh : ngamakhanay=berperilaku seperti orang bujang

Malih : pergi
Malik : menular

Maling : curi
- ngemaling : mencuri
- pumaling : kleptomania

Mamak : paman (adik laki-laki orang tua)
Mamidokhan : jalan-jalan, bertamasya
Manjaw : berkunjung, bertamu
Mangah : menganga, membuka mulut
Manggang : memanggang
Manggus : manggis
Manuk : ayam
Massa/Ngenna : dapat, mendapat
Mawad : tidak

Mawas : siang(sejak matahari terbit sampai tengah hari/jam 12.00, Semawas : waktu menjelang subuh

Mekhkhu : tangisan yang menjadi-jadi
Mekhkhuh : rontok
Menanah : bernanah

Mengngan : makan(khusus makan nasi)
penjelasan : untuk yang selain nasi menggunakan kata :
1.kanik : makan, kani-an=makanan
2.nganik : memakan, nganik jambu=makan jambu

Messak : 1.matang(sesuatu yang dimasak)
2.masak(buah-buahan)

Mija : meja
Mingan : bisa
Minan : bibi (adik perempuan orang tua)
Minjak : bangun
Minok : menginap
Mikhkhak : ingin, kepingin
Miwang : menangis
Moloh/muloh : kembali
Mundukh/mundokh/mondokh : mundur
Mulang : pulang, mulang pay : pulanglah dulu
Mulli : anak perawan, gadis
Muwakhi : bersaudara

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf N" style="fancy"]
Na/ni : nya, contoh: 1.dinni sapa=punya siapa, 2.dinni=punya dia(orang ketiga tunggal), 3.dinni tiyan=punya mereka(jamak)

keterangan:
untuk kata ganti kepunyaan sering juga menggunakan kata "bak" contoh: 1.bak-na/bak-ni=punya dia, 2.bak-na sapa/bak-ni sapa=kepunyaan siapa.

Penjelasan:
untuk membedakan "Bak" sebagai "Ayah" dan "bak" sebagai kata ganti kepunyaan, terletak pada huruf besar dan kecil pada awal kata.

Nabbay : saudara perempuan
Nalam/nalom : pitar, pandai
Nam/nom : angka enam
Nambi : kemarin
Nangun/senangun : memang
Naniyu : tampah Lampung dan Sumbagsel
Nemmon : parah, Bahaban nemmon=sakit parah
Ngagettas : menuwai padi, panen padi
Ngalammau : terapung
Ngalangok : memanen kolam/tambak (ikan/udang)
Ngalas : menerobos semak-semak/hutan
Ngalasuh : mencuci beras

Ngeddok : punya, ada
contoh : 1.jamma ngeddok=orang berada/kaya
2.mak ngeddok=tidak punya/tidak ada

Ngingi : sebutan umum untuk sesuatu yang tidak panas/hangat lagi
contoh :
-Mi ngingi=nasi dingin
-Ti ngingi koppay=dinginkan dulu/tunggu sampai dingin
-Kangingiyan=situasi dimana seseorang tidak merasakan kehangatan dari siapapun, karena sedang sendirian

Ngison : dingin(suhu), kangisonan : kedinginan
Nuha/Ngemukhak : sok, angkuh, jual mahal
Numan/mammis : air nira
Nunas : tumbuh tunas
Nyangu/kekhing : kering
Nyawan : bahan anyaman dari bambu
Nyiwan : lebah madu
Nyonnyong : kumbang(yang membuat lubang di) rumah
Nyuccun : membawa(sesuatu) beban diatas kepala

Nyuhun : Membawa sesuatu seperti membawa tas punggung(Ransel dll), atau seperti membawa bekhunang(keranjang tradisional), atau bisa juga menyandarkan/menggantungkan bawaan ke punggung yang di masukkan ke dalam suatu tempat/wadah yang memiliki tali,seperti jayik sekhaddang, lalu tali dari wadah tersebut diletakkan/digantungkan pada dahi/jidad.

Nyuwoh : benci

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf O" style="fancy"]
Odo/udo : panggilan untuk kakak laki-laki tertua
Odo ngah/odo tengah : panggilan untuk kakak laki-laki ke dua
Odok : pungut
Olok : ceruk, tikungan pada sungai yang dasarnya dalam
Olok mulang : arus berputar pada ceruk
Ondom/undam : tempurung, batok
Osekh : usir

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf P" style="fancy"]
Pacakh : inai, bupacakh : berinai
Paccah : penggal
Padah : akibat
Pagun : masih
Pagoh : pendiam
Pah : yuk, mari
Pahik : pahit
Pak : angka empat
Pakay : 1.wadah, 2.untuk

Pamennah : barang yang dipersiapkan sejak lama, sebagai hadiah/pemberian kepada seseorang, hal ini biasanya terjadi pada calon mertua perempuan kepada calon menantu wanita

Paku : 1.paku(baja), 2.tumbuhan pakis dan sejenisnya
Panday : bisa, mampu
Panduyu : galah, penjolok(batang bambu)
Pangayuh : dayung
Panjak : jelas
Panjang : piring
Panunjuk : jari terlunjuk
Papah : alas

Papah iyoh : terpal, plastik, karpet alas tidur bayi, agar air kencingnya tidak kemana-mana

Pakkalan/pakkalan mandi : pemandian umun di sungai
Pakhi : padi
Pakhiya : pare

Pasanggikhi : suatu sikap(pengertian) dimana seseorang mengukur perasaan orang lain, dengan perasaan dirinya sendiri, sehingga dalam pergaulan sehari-hari tidak pernah merasa derajatnya lebih tinggi dari orang lain, dan tidak pernah menganggap urusannya lebih penting dari urusan orang lain

Patak : burung kutilang
Pati : santan
Patoh : patah
Paya : rawa
Payah : susah
Peccoh : pecah
Pekkon : desa
Pekhkhos : 1.rasa masam, 2.asam sebagai bumbu dapur
Pekhkhos hasin : sayur masam
Pekhkhit : burung pipit
Pellok : potong, mellok : memotong
Pennah : tunggu, Mennah : menunggu/menanti
Penyawa : tutur kata
Plisi : polisi
Pikha : berapa, Papikha : beberapa

Pi-il : perasaan tidak puas atas sikap atau layanan seseorang/kelompok masyarakat terhadap kita, di mana kita merasa diremehkan, disepelekan, atau bahkan merasa tidak dihargai.
penjelasan : pi il kemudian diartikan sebagai harga diri

Picung : peang
Pikoh : pelintir, Mikoh : memelintir(leher)
Pinja : perangkap
Pinyuk : penyok
Pippih : pipih
Pisil : pensil
Pisol/Misol : menangkap ikan dengan tangan kosong
Pitit : cubit
Pitu : angka tujuh
Piyu : selimut

Poppoh : cuci(pakaian)
- poppohan : cucian
- moppoh : sedang mencuci pakaian

Posokh : 1.pusat, puser, udel, 2.pusaran air

Pu : awalan kata yang menerangkan situasi atau keadaan,

contoh: 1.pujajama=bersama-sama, 2.pujama=bersama, 3.pubalaq=berukuran besar-besar

keterangan: jadi yang tepat adalah "pujama" bukan "bejama"

Puwakhi : saudara, Muwakhi : bersaudara
Puwakhi sekellik isaw : saudara kandung
Puluh : angka sepuluh
Pumatang : bukit, gunung

Pun : 1.yang Mulia atau Tuan, 2.panggilan(orang yang lebih muda) kepada anak Dalom (kepala adat saibatin), 3.panggilan penghormatan kepada seseorang(tunggal) atau beberapa orang(jamak) pada saat mengikuti/menghadiri acara tertentu.

Pungah : sombong
Puput : tamat
Pudak : muka, wajah
Putil : memetik(buah/bunga)
Putuk : putus
Puttak : mematahkan pucuk tanaman
Putti : pisang
Puttiyanak : kuntilanak
Puttung : puntung
Puttut : pantat

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf S" style="fancy"]
Sabah : sawah
Sabay : besan
Sabellik : licik, curang
Sabuk : ijuk(enau) dll
Saka : 1.dulu, 2.lama

Sakik : 1.rasa sakit, 2.miskin
contoh : 1.sakik baccong/nihan=sakit sekali
2.jamma sakik=orang miskin

Sakuk : tersinggung
Sakhak : sobek
Sakhan : sedang ditinggal kepala keluarga(suami) bepergian
Sakhung : sarung pisau, dan sebagainya
Salossokan : isak, terisak, menangis
Sambol : sambal
Sambol dilan : sambal terasi
Sambol gukhing : sambal yang digoreng
Sanak : anak-anak
Sapida : sepedah
Sassak : 1.pelik, 2.parah

Say : 1.angka satu, 2.yang
contoh : 1.akuk say=ambil satu
2.sapa say ngakuk ni=siapa yang mengambil

Sayak : sayat

Saibatin/Sa-ibatin : sebutan untuk seseorang beserta keluarganya, yang memangku/berkedudukan sebagai kepala adat

Sebbat : cambuk
Sebbak/Nyebbak : mengambil(memproses hingga keluar)air nira
Sebbik : sedih, gundah
Segala : macam, ragam
Seggok : sembunyi
Seggung : tinju, jotos
Sekhkhay : serai
Sekhkhok : jarum
Sekhkhuk ; jahit
Sekhkhom : semut
Sekhkhom sakik : semut merah/semut api
Sellop : sandal
Seppok : cari, Nyeppok : mencari
Siding : jerat
Sigi : bunga/bakal buah tangkil
Sigokh : mahkota penganti wanita
Sikap/sikop : cantik
Sikkapan : jendela
Sikkuh : sungkan, tidak leluasa, kikuk
Sikhi : segan(disertai dengan rasa hormat/takut)
Silaw : 1.silau(terkena pantulan sinar) 2.jenguk, Nyilaw : menjenguk

Siput : sejenis keong yang hidup di air payau/muara sungai, berwarna hitam dan berbentuk bulat panjang, meruncing dibagian ekor

Siwa : 1. angka sembilan, 2.sewa
Siwaq/tiwakh : putus, pisah(hubungan kasih/pacaran/persaudaraan)
Siwok : ketan
Siyah : bisik

Sasiyahan : 1.berbisik-bisik, 2.salah satu tradisi mulli makhanai yang dilakukan pada malam hari seperti berkenalan, merajut kasih, merencanakan masa depan, dengan suara pelan/berbisik, uniknya mulli tetap di dalam kamarnya, sementara sang makhanay berada diluar rumah tepat disamping atau di bawah kamar si mulli.

Siyang : cerai, bercerai

Siyoh : siput berbentuk bulat atau meruncing(pendek) yang hidup di sungai berbatu atau menempel di pepohonan rawa payau, nipah dan batu karang(laut)

Sokhok : enggan, antara mau dan tidak
Sudu/sussud : sendok

Suhu/dudu : panggilan khusus dalam hutan, dengan meneriakkan kata hu, atau meneriaki orang yang di anggap lucu atau berbuat salah

Sumbuk : anyaman bambu(sejenis besek) namun berukuran lebih besar dan sedang

Sumbuk panglasuh : sumbuk khusus untuk mencuci beras
jenis lain : 1.bayuk=tempat nasi namun berbingkai seperti bakul
2.sab=sumbuk berukuran sangat besar, bisa memuat puluhan kilogram gabah

Sumukh/sumokh/somokh : sumur
Suwa : lauk

Suwak : 1.rawa pasang surut/rawa air payau
2.pohon yang tumbang dengan akar-akarnya

Suwal : sisir
Suwala : teripang/timun laut

Suya : kecewa, menyesalkan
contoh : suya kik mak dikenni panday=kecewa jika tak kau beri tau

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf T" style="fancy"]
Tabik : permisi, numpang lewat
Tabitta : teringat, terkenang
Taboh : 1.gurih(rasa) 2.lemak
Tabu : tawon, Tabuwan : banyak(jenis) tawonnya
Taduk : jantung pisang
Tagak : jidat
Tagagguk : terbentur(kepala)
Tagu : sapa, Nagu : menyapa

Tahok : 1.jelek(tidak bermutu)
2.buruk(perangai/perilaku)

Tahumbak : terjatuh
Takanjat : terkejut
Takhajang : terjang
Takhu : berhenti
Takhuppat : tersadung
Takkay : tangkai
Takkil : tangkil
Talos : talas
Talluy : telur
Tambuh/Nambuh : menambah nasi pada saat makan

Tamong : 1. panggilan cucu laki-laki kepada kakek atau sebaliknya
2. panggilan cucu perempuan kepada nenek atau sebaliknya

Tandang : pergi(mencari)
contoh : 1. tandang gagulayyan=mencari sayuran ke kebun/hutan
2. tandang midang=mencari pengalaman, merantau

Tanoh : tanah
Tanom : tanam
Tanno : sekarang
Tanggay : kuku
Tapaq : telapak
Tapi/penapi : tampah
Tattu : tentu
Tapay : tape
Taw : 1. maja, 2.labu kuning(bahan kolak)
Tayakh : lempar, Nayakh : melempar
Tayokh : jijik, menjijikkan
Tebbak/Nebbak : melintang
Tedduh : tebak, duga
Teggak/Neggak : mendirikan bangunan

Teggi : tegak, curam
contoh : 1. teggi khani=tengah hari, ketika mata hari diatas kepala
2. temeggi=berdiri seperti patung, berdiri terpaku
3. mati temeggi=mati berdiri(seperi bambu/kayu)
4. batu teggi=batu berdiri, tonggak batu, berdinding batu, bebatuan curam
5. teggi nonnong=tebing curam, jurang dalam, pencakar langit

Tellu : angka tiga
Tennay : perut

Ti : 1.awalan kata yang mengandung unsur perintah, contoh: tikanik=ayo dimakan! kata "tikanik" mempunyai padanan kata "kanik" saja atau "kanik do" yang berarti "makanlah!"

2.Ti sebagai awalan kata yang mengandung unsur pertanyaan, apa bila kata yang mendapat awalan "Ti" diikuti kata "kodo" ataw "yu"

contoh: tikanik kodo=dimakan kah/memangnya dimakan?, tikanik yu=dimakan ya?

Tigal : kelelawar, kampret
Tikacay : terlepas tanpa disadari/tidak disengaja karena lalai
Tikambang/pukakambang : terkatung-katung
Tiku : teko
Tikhah : sisa
Tikham : rindu
Tikhom : tiram
Tilah : jelas
Tinjuk : tangkap, Ninjuk : menangkap
Tittok : tercecer
Tiwat : menyambar, mengambil secepat mungkin
Tiyung : terong
Tohot/Tuhot : sisa pangkal batang setelah ditebang
Tok ko 1. buang, 2. tak perlu/tak usah
Tok ko dano : tak usah ya
Tokh/Mettokh : manis(rasa)

Tudung : payung
- tudung tuguk : caping
- tudung saji : penutup hidangan

Tuha : tua

Tukhun : 1.turun, 2.lihat khaggoh
keterangan : untuk manyatakan turun harga, turun pangkat, turun jabatan, maka yang dipakai adalah kata tukhun, bukan khaggoh.

Tukkul : ikan tongkol
Tulah/Tulahn : kualat
Tumbay : sudah lama sekali, dahulu kala

Tunay/Matunay : cepat selesai, cepat sampai, cepat berbunga/berbuah

Tuwoh : tumbuh
Tuwot : lutut

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf U" style="fancy"]
Udi/odo : itu, Huddi/hoddo : yang itu
Ulah : perbuatan
contoh : khappa ulah khayya ulih=setiap perbuatan akan menuai hasil

Ulay : ular
contoh : 1. ulay sawa=phyton
2. ulay si=kadut
3. ulay lehhuk=kobra

Ulih : 1.karena, 2.pendapatan, perolehan, hasil
contoh : 1. ulih api=karena apa
2. dipa ulih mu=mana perolehan/hasil kamu

Unduh/Ngunduh : memetik dalam jumlah banyak(buah-buahan)

Upi : bayi
Upik/Opek : bayi perempuan yang belum punya nama
Uppan : umpan
Uppu : cucu
Uttung : untung
Uyah : garam

Uyah lalak : campuran cabai dan garam yang digerus halus(sambal kering)

Uyah dilan/Uyah duppul : uyah lalak ditambah terasi, kegunaanya sama yakni sebagai sambal kering ketika tidak ada rampai, tomat, belimbing jari, jeruk masam dan bahan saus lainya, kecuali pepaya, karena pepaya tidak memiliki rasa masam.

[/su_spoiler]
[su_spoiler title="Huruf W" style="fancy"]
Walu : angka delapan
Watekh : cemas, khawatir
Wakhahan : dongeng, Wawakhahan : mendongeng
Wawwah : terang

Way : 1. air, 2. sungai
contoh : 1. way tokh=air manis
2. way semaka=sungai semaka

Waya : ramah
Waya nihan : ramah sekali
Wo/Uwo : panggilan untuk saudara perempuan tertua

Wo ngah/Wo tengah : panggilan untuk saudara perempuan tertua ke dua
[/su_spoiler]
[/su_accordion]


NOTE : Jika menurut anda ada kata-kata yang belum dimasukan dalam artikel ini atau kurang lengkap, silahkan tulis kosakata bahasa lampung yang anda ketahui di kotak komentar di bagian bawah agar artikel dapat terus kami update dan bermanfaat bagi pembaca lainnya. AYO LESTARIKAN BAHASA LAMPUNG!

0 comments